KOMUNIKASI VIRTUAL
Komunikasi virtual atau virtual communication adalah komunikasi
(proses penyampaian dan penerimaan pesan) menggunakan (melalui)
cyberspace / ruang maya yang bersifat interaktif. Komunikasi virtual
tidak dapat lepas dari sebuah media internet yang menggunakannya
sebagai alat komunikasi. Disini terlihat adanya peralihan gaya atau
kebiasaan manusia dalam berkomunikasi menyampaikan informasi
dengan sesamanya. Dikatakan begitu karena saat ini manusia tidak
perlu lagi berkomunikasi pada waktu, tempat yang sama. Nampaknya
melalui komunikasi virtual saat ini, hambatan – hambatan yang ada
terdahulu seperti jarak, waktu, biaya, serta kesulitan lainnya
dapat teratasi. Hal ini dikarenakan internet sebagai media
komunikasi virtual tidak terbatas ruangnya sehingga masyarakat luas
dapat menyampaikan informasi kemana saja, dan ke siapa saja. Dalam
komunikasi virtual, memungkinkan seseorang berinteraksi tetapi
sebenarnya mereka tidak berada secara wujud di tempat itu.
Dalam komunikasi virtual, memungkinkan seseorang berinteraksi
tetapi sebenarnya mereka tidak berada secara wujud di tempat itu.
Melakukan komunikasi menggunakan internet, dapat dibedakan menjadi dua jenis komunikasi yaitu
Melakukan komunikasi menggunakan internet, dapat dibedakan menjadi dua jenis komunikasi yaitu
- Asynchronous communication (komunikasi melalui media internet dengan pengirim dan penyampai pesan dalam berinteraksi tidak berada pada kedudukan tempat dan waktu yang sama, namun pesan tetap sampai pada tujuan / sasaran (penerima).
- synchronous communication (komunikasi melalui internet dengan interaksi yang bersamaan waktunya).
Fenomena komunitas merek yang berkembang di dunia internet atau
virtual akhir-akhir ini semakin marak dan hal ini dapat
didayagunakan bagi pemasar produk. terutama bagi produk yang berkaitan
dengan teknologi. Bila komunitas virtual diimplementasikan dalam
strategi pemasaran, maka dapat berpotensi menimbulkan efek
exponensial dalam menyebar luaskan kegiatan pemasaran. Salah satu
komunitas merek virtual yang berbasis bahasa Indonesia adalah
komunitas Mac Club Indonesia (MCI). Penelitian ini menggunakan
teknik in-depth interview yang dikonfirmasi dan diperkuat dengan
metode content analysis. Metode ini dipilih dengan tujuan untuk
mendapatkan insight para responden mengenai proses pembentukan
komunitas virtual MCI dan komitmen anggota pada komunitas tersebut.
Hasil dari in-depth interview pada anggota komunitas virtual MCI yang
pertama adalah motivasi terbentuknya komunitas yang berawal dari
kesamaan preferensi atas Macintosh, kesulitan teknis yang dihadapi, dan
kesamaan karena menjadi minoritas. Kedua adalah moderator dalam
komunitas virtual MCI berperan sebagai pemberi ijin (approval) dan
referensi (reference). Ketiga adalah anggota memiliki beberapa motivasi
(alasan) berbeda untuk mengikuti komunitas virtual MCI. Keempat adalah
dampak keikutsertaan anggota dalam komunitas virtual MCI terhadap para
anggota adalah loyalitas tinggi terhadap merk Macintosh dan persepsi
kualitas Macintosh yang lebih baik. Kelima adalah anggota komunitas
menerima manfaat fungsional dan manfaat sosial (functional usefulness
dan social usefulness) melalui komunitas virtual MCI sehingga membuat
anggota bersedia membentuk komitmen. Hal ini dikonfirmasi dengan metode
content analysis pada forum diskusi MCI yang hasilnya adalah 81% tulisan
membahas mengenai manfaat fungsional dan 19% sisanya membahas mengenai
manfaat sosial. Terakhir adalah anggota komunitas virtual MCI melakukan
posting secara kontinyu dan melakukan pertemuan rutin sebagai wujud
komitmen pada komunitas virtual.
https://komunitasvirtual.wordpress.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar