Senin, 28 November 2016

Komunikasi Virtual

KOMUNIKASI VIRTUAL
Komunikasi virtual atau virtual communication adalah komunikasi (proses penyampaian dan penerimaan pesan) menggunakan (melalui) cyberspace / ruang maya yang bersifat interaktif. Komunikasi virtual tidak dapat lepas dari sebuah media internet yang menggunakannya sebagai alat komunikasi. Disini terlihat adanya peralihan gaya atau kebiasaan manusia dalam berkomunikasi menyampaikan informasi dengan sesamanya. Dikatakan begitu karena saat ini manusia tidak perlu lagi berkomunikasi pada waktu, tempat yang sama. Nampaknya melalui komunikasi virtual saat ini, hambatan – hambatan yang ada terdahulu seperti jarak, waktu, biaya, serta kesulitan lainnya dapat teratasi. Hal ini dikarenakan internet sebagai media komunikasi virtual tidak terbatas ruangnya sehingga masyarakat luas dapat menyampaikan informasi kemana saja, dan ke siapa saja. Dalam komunikasi virtual, memungkinkan seseorang berinteraksi tetapi sebenarnya mereka tidak berada secara wujud di tempat itu.
Dalam komunikasi virtual, memungkinkan seseorang berinteraksi tetapi sebenarnya mereka tidak berada secara wujud di tempat itu.
Melakukan komunikasi menggunakan internet, dapat dibedakan menjadi dua jenis komunikasi yaitu
  1. Asynchronous communication (komunikasi melalui media internet dengan pengirim dan penyampai pesan dalam berinteraksi tidak berada pada kedudukan tempat dan waktu yang sama, namun pesan tetap sampai pada tujuan / sasaran (penerima).
  2. synchronous communication (komunikasi melalui internet dengan interaksi yang bersamaan waktunya).
FENOMENA KOMUNITAS VIRTUAL
Fenomena komunitas merek yang berkembang di dunia internet atau virtual akhir-akhir ini semakin marak dan hal ini dapat didayagunakan bagi pemasar produk. terutama bagi produk yang berkaitan dengan teknologi. Bila komunitas virtual diimplementasikan dalam strategi pemasaran, maka dapat berpotensi menimbulkan efek exponensial dalam menyebar luaskan kegiatan pemasaran. Salah satu komunitas merek virtual yang berbasis bahasa Indonesia adalah komunitas Mac Club Indonesia (MCI). Penelitian ini menggunakan teknik in-depth interview yang dikonfirmasi dan diperkuat dengan metode content analysis. Metode ini dipilih dengan tujuan untuk mendapatkan insight para responden mengenai proses pembentukan komunitas virtual MCI dan komitmen anggota pada komunitas tersebut.

Hasil dari in-depth interview pada anggota komunitas virtual MCI yang pertama adalah motivasi terbentuknya komunitas yang berawal dari kesamaan preferensi atas Macintosh, kesulitan teknis yang dihadapi, dan kesamaan karena menjadi minoritas. Kedua adalah moderator dalam komunitas virtual MCI berperan sebagai pemberi ijin (approval) dan referensi (reference). Ketiga adalah anggota memiliki beberapa motivasi (alasan) berbeda untuk mengikuti komunitas virtual MCI. Keempat adalah dampak keikutsertaan anggota dalam komunitas virtual MCI terhadap para anggota adalah loyalitas tinggi terhadap merk Macintosh dan persepsi kualitas Macintosh yang lebih baik. Kelima adalah anggota komunitas menerima manfaat fungsional dan manfaat sosial (functional usefulness dan social usefulness) melalui komunitas virtual MCI sehingga membuat anggota bersedia membentuk komitmen. Hal ini dikonfirmasi dengan metode content analysis pada forum diskusi MCI yang hasilnya adalah 81% tulisan membahas mengenai manfaat fungsional dan 19% sisanya membahas mengenai manfaat sosial. Terakhir adalah anggota komunitas virtual MCI melakukan posting secara kontinyu dan melakukan pertemuan rutin sebagai wujud komitmen pada komunitas virtual.
https://komunitasvirtual.wordpress.com/ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar